PANTANG PULANG SEBELUM PADAM --- PANTANG PULANG SEBELUM PADAM
Jalan. Rasuna Said No. 56 Padang-Sumatera Barat, Telpon/Fax 0751-28558

Pages

Minggu, 18 Desember 2011

Rekapitulasi Data Kebakaran Tahun 2011 (Januari s/d 15 Desember 2011)

Read More...

Jumat, 18 November 2011

Kampus UNP Terbakar

Kebakaran hebat kembali terjadi di Padang. Giliran kampus Universitas Negeri Padang, tepatnya di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Airtawar, Padang, terbakar sekitar pukul 22.30 WIB, tadi malam (17/11). Melihat kejadian tersebut, masyarakat sekitar kampus panik, dan sebagian lagi mengemasi barang-barang karena khawatir ikut jadi korban kebakaran. Apalagi, bangunan yang terbakar berada dekat permukiman masyarakat dan Rektorat.

Dari pantauan Padang Ekspres di lokasi, api melumat ruangan perpustakaan, tata usaha, ruangan dosen, lokal mahasiswa dan ruangan lainnya di gedung FIP tersebut. Selain itu, gedung Laboratorium Ilmu Pendidikan yang sedang dibangun di sisi kirinya, juga dijilat api meski tidak sampai hangus terbakar.

Semua isi gedung hangus terbakar. Tidak satu pun dokumen penting ribuan calon guru, dosen dan alumni itu bisa diselamatkan. Petugas kebakaran mengaku kesulitan memadamkan api, karena akses mobil pemadam sulit menembus lokasi yang dikelilingi bangunan lain. Di samping itu, angin berhembus cukup kencang sehingga sampai pukul 01.00 WIB dini hari tadi, api belum bisa dipadamkan.

Supardi, 45, kuli bangunan yang bekerja dekat gedung yang terbakar itu, mengetahui api telah membesar ketika itu. Saat itu, Supardi sedang tidur-tiduran. Api dengan cepat melahap gedung tempat dia tinggal. Namun, Supardi mengaku tidak ada korban dalam peristiwa itu, karena rekan-rekannya banyak berada di luar.

Kuli bangunan lainnya, Parman, 23, juga kaget begitu mengetahui gedung FIP terbakar. Ketika Parman sedang bersantai bersama rekannya di lantai dasar gedung Laboratorium Ilmu Pendidikan. ”Begitu melihat ada api di gedung itu (FIP), saya langsung berteriak memberitahu warga sekitar,” kata Parman.

Mendengar itu, warga sekitar berdatangan ke lokasi. Tidak beberapa lama kemudian, iring-iringan mobil pemadam kebakaran Kota Padang pun datang. Delapan unit mobil dan 40 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Rudi, satpam UNP, mengaku tidak tahu penyebab gedung FIP terbakar. Dia baru mengetahui kebakaran setelah masyarakat di sekitar berteriak ada kebakaran dan api sudah membubung setinggi gedung FIP.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Budhi Erwanto mengatakan, kebakaran di gedung FIP UNP diduga akibat arus pendek, atau adanya aktivitas tukang yang memasak di sana. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. ”Yang jelas, korban jiwa tidak ada dalam peristiwa tersebut,” kata dia.

Terbakarnya kampus FIP UNP menambah rententan panjang kasus kebakaran di Sumbar. Kamis (10/11) lalu, kebakaran hebat juga menghanguskan 59 unit toko di Pasar Talu, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat. Kebakaran ini juga merembes ke kantor cabang Kejaksaan Negeri Talu dan Kantor Koramil Talu. Masih di Pasbar, api juga membakar Pasar Aiabangih, Kecamatan Sei Beremas, Selasa (15/11) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kebakaran juga terjadi di Pasar Padangpanjang, Minggu (4/9) sekitar pukul 04.30 WIB lalu. Sedikitnya 123 petak toko di berada blok F, G dan los di antara dua blok, serta sebagian los pecah belah ludes terbakar. Hanya berselang 10 hari, Rabu (14/9) sekitar pukul 04.30 WIB dini hari, kebakaran kembali menghanguskan 142 petak kios dan lapak pedagang. Selain itu, Rabu (12/10) sekitar pukul 11.25 WIB kebakaran melanda pondok pesantren (Potren) Serambi Mekkah Padangpanjang.

Sebelumnya, Minggu (14/8) sekitar pukul 14.00 WIB sebanyak 12 dari 40 unit toko di kompleks pertokoan Nusantara Building A, Jalan M Yamin, Pasar Raya Padang, juga hangus terbakar. Kebakaran diduga akibat arus pendek di lantai II Toko Buku Dwi Mas. (sumber Padang Ekspress) Read More...

Kamis, 10 November 2011

Empat Rumah Ludes Terbakar

Kebakaran kembali melanda Kota Padang. Jika sehari sebelumnya, kamar pembantu rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar terbakar, kemarin (8/11), empat unit rumah di Bandarbuat, Lubukkilangan, ludes dilalap sijago merah, sekitar pukul 10.15 WIB.

Empat rumah tersebut dihuni tiga kepala keluarga, yakni Yuliardi, 25, Syahrial, 23 dan Dona, 20.
Penyebab kebakaran tersebut diduga korsleting listrik (arus pendek) berasal dari rumah yang dihuni Dona. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian materil mencapai Rp 200 juta.

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang dari Januari hingga saat ini, telah terjadi 178 kasus kebakaran. Penyebabnya, 73 persen dikarenakan arus pendek.

Dona, pemilik rumah yang terbakar mengatakan, ketika kebakaran terjadi sedang tidak di rumah. Kebakaran itu diketahuinya setelah diberi tahu tetangga.

“Semua barang berharga dan ijazah tak sempat diselamatkan. Tapi, saya belum mengetahui berapa nilai kerugian,” kata Dona, kepada Padang Ekspres.

Dari keterangan warga sekitar, asal api berasal dari rumah Dona. Api dapat dipadamkan petugas sekitar 1 jam kemudian dengan mengerahkan 30 personel.

Atas kejadian itu, Budhi mengimbau warga Padang memeriksa semua peralatan masak maupun listrik sebelum meninggalkan rumah. “Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadi kebakaran,” imbau Budi. Read More...

Rumah Dinas Wagub Terbakar

Kamar pembantu di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar  di Jalan Sudirman Nomor 57, Padang, kemarin (7/11) sekitar pukul 16.30 WIB, terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa. Kerugian mencapai ratusan juta. Sejumlah barang elektronik berupa komputer, TV dan beberapa peralatan elektronik lainnya serta tempat tidur hangus terbakar.

Kebakaran terjadi di kamar pembantu wanita yang dihuni Yuli, 15, Fitri, 15, dan Rahmad, 5. Kamar tersebut, berada tepat di belakang rumah utama rumah dinas Wagub.

Diduga, kebakaran akibat arus pendek. Sebab, salah seorang anak asuh wagub, yakni Fitri, lupa mencabut stop kontak listrik sehingga menyebabkan rumah itu terbakar.

Saat kejadian, wagub sedang tidak ada di rumah, karena sejak pukul 11.00 WIB, Muslim Kasim pergi ke Kinali, Pasaman Barat untuk mengunjungi lokasi banjir. Jumlah orang yang ada di rumah dinas wagub sekitar 10 orang.

Afridona, 25 seorang saksi mata menyebutkan, sebelumnya dia berada di dapur bersama Ny Nasrida Muslim Kasim. Kemudian dia pergi ke pekarangan belakang rumah. Setiba di pekarangan, pria yang sehari-hari membersihkan taman rumah dinas wagub ini, terkejut melihat asap tebal ke luar dari ventilasi WC rumah yang dihuni tiga orang anak asuh wagub.
Dia langsung berteriak minta tolong dan berlari ke depan rumah untuk memberitahukan kepada petugas Pol PP yang berjaga. Petugas lalu menelepon Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, “Saya langsung mematikan arus listrik dan berusaha memadamkan api dengan racun api. Namun, usaha tersebut sia-sia, api terus membesar,” kata pembantu rumah dinas wagub itu kepada Padang Ekspres, kemarin (7/11).

Ny Nasrida Muslim menambahkan, saat kejadian itu rumah yang terbakar dalam keadaan kosong. Sebab, dua orang anak asuhnya Fitri dan Rahmad, tengah bermain di taman belakang rumah, sedangkan Yuli, tidak ada di rumah, karena sehari sebelum Idul Adha, dia minta izin pulang kampung ke Pariaman.

“Beruntung anak-anak saya tidak ada di kamar itu. Kalau ada, entah apa jadinya. Bisa-bisa mereka yang jadi korban,” tambahnya.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang datang ke lokasi kejadian sekitar 10 menit kemudian. Api berhasil dipadamkan selama 30 menit.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Padang, Budhi Erwanto menyebutkan, untuk memadamkan api ia menurunkan 15 personel dan tiga unit armada pemadam. “Kebakaran diduga akibat arus pendek,” ujar Budhi. (sumber Padang Ekspres) Read More...

Kapal Tenggelam, 8 Hilang

Cuaca ekstrem tidak hanya menimbulkan bencana di darat, tapi juga di laut. Kapal Motor (KM) Pono Indah yang berangkat dari dermaga Muaro Padang menuju dermaga Tanjung Sioban, Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dilaporkan tenggelam di perairan Mentawai, Sabtu (5/11). Nakhoda, dan tujuh anak buah kapal (ABK) yang mengawaki kapal pengangkut 30 ton semen, dan sepeda motor tersebut, hingga tadi malam belum diketahui nasibnya.  

Informasi dari tim Search and Rescue (SAR), nakhoda dan ABK itu bernama Coyet, Yen Indra, Diko, Gustumina, Adi Saputra, Hendri, Wengki, dan Mus. Kecuali nama itu, belum diketahui identitas lainnya soal awak kapal nahas tersebut. Tim SAR gabungan dari Direktorat Polisi Air Polda Sumbar, SAR, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang terus melakukan pencarian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Budhi Erwanto menyebutkan, kapal KM Pono Indah bertolak dari Muaro Padang menuju Mentawai, Jumat (5/11), sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelum hilang, kapal sempat melakukan kontak dengan dermaga Tanjung Sioban. Sekitar 10 mil dari pantai Tanjung Sioban, kapal yang bermuatan semen 30 ton itu, mendadak putus kontak. Kapal diduga kuat tenggelam sekitar pukul 15.00, Sabtu (5/11).

Dugaan sementara, kapal tenggelam karena beratnya muatan. Selain itu, juga ada informasi menyebutkan lambung kapal mengalami bocor. Dalam kondisi itu, kapal harus mengarungi samudera yang waktu kejadian gelombang diperkirakan mencapai sekitar enam meter. ”Petugas masih mencari korban yang hilang, termasuk bangkai kapal tersebut. Kami saling berkoordinasi dengan Tim SAR, dan Pol Air Polda Sumbar,” kata Budhi.

Dua hari sebelumnya, Kamis (3/11), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan dalam dua pekan ini hujan deras masih akan terjadi. Nelayan diingatkan mewaspadai gelombang perairan barat Sumatera. Kepala BMKG Maritim Padang Amarizal menyebutkan, gelombang laut 2,5 sampai 6 meter berpotensi terjadi di perairan Mentawai, perairan Nias, Samudera Hindia Barat Aceh, hingga barat Mentawai dan perairan barat Filipina. (sumber Padang Ekspres) Read More...

Senin, 31 Oktober 2011

Rumah Pusako Terbakar

Rumah pusako semipermanen beserta bengkel mobil di RT01/RW01 No 28, Parakrumbio, Padang Selatan, kemarin (28/10), sekitar pukul 10.40, hangus terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Seluruh isi rumah beserta peralatan bengkel, hangus di lalap si jago merah. Diduga, kebakaran diakibatkan arus pendek. Pengakuan pemilik rumah, Anwar Thamrin, 50, kejadian itu diketahui setelah dia menjemur mihun di halaman rumah pusako.

Saat itu, dia membuka pintu utama rumah tersebut. Setelah pintu utama dibuka, dia terkejut melihat ada api yang membesar di ruang makan. “Mengetahui rumah terbakar, saya langsung berteriak minta tolong dan meminta beberapa warga, untuk membantu memadamkan api dengan air seadanya. Namun, karena material rumah terbuat dari kayu, api sulit dipadamkan,” katanya.

Saat kejadian, kata Anwar, rumah dalam keadaan kosong. Sedangkan pemilik bengkel, Jon, 46, yang juga tinggal di rumah itu, sibuk memperbaiki mobil. “Jika ada, tentu akan ada korban. Sebab, api membesar hanya dalam hitungan detik,” ujarnya.

Pantauan Padang Ekspres di lokasi kejadian, saat kebakaran, ratusan warga sekitar termasuk pengendara yang melintas di Jalan AR Hakim, berbondong-bondong menyaksikan peristiwa kebakaran. Bahkan, ruas jalan di lokasi kejadian sempat macet, sehingga polisi lalu lintas terpaksa memblokir jalan tersebut. Yang dibolehkan melintas di jalan itu, hanya armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.

Mobil Damkar tiba di lokasi setelah 10 menit rumah tersebut terbakar dengan mengerahkan lima unit armada dan 30 personel. Api baru bisa dipadamkan setelah satu jam kemudian.

Kepala Dinas Damkar, Budhi Erwanto mengaku mengalami kesulitan selama proses pemadaman karena sumber air jauh. Budhi memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Dugaan sementara, kebakaran akibat arus pendek pada ruang makan,” ujarnya. Korban kebakaran untuk sementara ditampung di tenda darurat yang disediakan PMI dan BPBD Padang. (sumber padek) Read More...

SPBU Khatib nyaris jadi Abu

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Khatib Sulaiman nyaris menjadi abu. Pasalnya, kompor outlet Kentucky Fried Chicken (KFC) di areal SPBU tersebut meledak.

Ledakan tersebut sempat mengobarkan api dan mencederai seorang karyawan. Beruntung karyawan sigap memadamkan api menggunakan racun api. Ledakan diduga akibat jaringan gas yang bocor dan kompor bermasalah.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 kemarin (27/10), ketika itu karyawan baru masuk dan akan memulai operasional penjualan KFC. Salah seorang karyawan berniat menghidupkan kompor untuk menghangatkan nasi. Ternyata, ketika kompor dihidupkan, terjadi ledakan yang diiringi dengan api membesar.

Akibat ledakan itu, kaca bagian belakang dan samping KFC yang tebalnya 10 inchi pecah. Selain itu, juga merusak peralatan di dapur KFC. Karyawan di lokasi pun panik, begitu juga karyawan SPBU dan pengunjung yang berniat membeli BBM.

Untung saja, Rudi Mulyadi, 37, karyawan yang menghidupkan kompor tersebut tidak hilang akal. Setelah menguasai keadaan dia kembali ke dapur mematikan kompor dan ke gudang tabung gas untuk mematikan panel. “Sebelumnya saya sudah mencium bau gas dan ada rasa curiga, lalu kompor saya matikan. Setelah itu, saya hidupkan lagi, ternyata terjadi ledakan,” ujarnya.

Kemudian, Viki Andra, 27, karyawan SPBU datang membawa racun api. Bersama-sama karyawan lainnya mereka menyemprotkan racun itu untuk mengatasi api.

“Ketika itu saya sedang duduk di galon solar. Tiba-tiba saya dengar suara ledakan, saya mengambil racun api dan lari ke dalam. Setelah memakai empat racun api, baru apinya bisa dikendalikan,” katanya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budhi Erwanto ketika dihubungi Padang Ekspres membenarkan adanya kejadian tersebut. Katanya, ledakan terjadi akibat adanya kebocoran gas di dapur KFC milik Weno Aulia itu. Akibat kejadian ini, diperkirakan kerugian mencapai Rp 6 juta.  “Sekarang kondisi telah aman terkendali,” bebernya.

Joni Suryadi, 45, Manajer KFC mengatakan, pascaledakan segala kerusakan akan diperbaiki dan KFC akan beroperasional seperti biasa. “Itu hanyalah karena kebocoran pipa gas. Segala yang rusak akan kita perbaiki, dan kita akan beroperasi seperti biasa,” ujar warga Kuranji ini. (sumber Padek) Read More...